Assunnah.ID

Media beramal jariyah dengan dakwah sunnah

Salafi, Wahabi, Aswaja, Sunni dan Syiah, Mana Lebih Baik?

Posted on

Jika anda bertanya-tanya, mana yang lebih baik antara Salafi, Wahabi, Aswaja, Suni & Syiah, saya telah jelaskan masing-masing aqidah dari kelompok Islam diatas (Baca: Apa & Siapa itu Sunni, Syiah, Salafi, Wahabi dan Aswaja?). Sebenarnya masih ada banyak lagi kelompok dalam Islam, tapi manakah yang terbaik diantara semuanya?

Allah subhanahu wa ta’ala telah menjawab pertanyaan itu dalam firmannya di Qs Al-An’am : 159 :

إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ ۚ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu (Muhammad) kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” [Qs Al-An’am : 159]

dan QS Ar-Rum: 30-32 :

{فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (30) مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَلا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (31) مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ (32) }
Artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” [QS Ar-Rum: 30-32]

Jadi, dari dua ayat diatas saja kita sudah tahu bahwa muslim yang paling baik di mata Allah Subhanahu wa ta’ala adalah muslim yang tidak membuat kelompok dan / atau masuk ke dalam golongan-golongan maupun kelompok-kelompok. Sebaik-baik Muslim adalah mereka yang tidak masuk ke dalam kelompok Salafi, Wahabi, Aswaja, Sunni dan Syiah, termasuk juga organisasi NU, FPI, Banser, GP Anshor, dan kelompok-kelompok lainnya.

Masing-masing Kelompok Merasa Paling Benar!

Setiap kelompok Islam ini mengklaim bahwa kelompoknya-lah yang paling benar dan merasa bangga dengan kelompok yang ia masuki. Aswaja mengklaim bahwa kelompok mereka paling benar, Tariqat mengatakan bahwa kelompok mereka paling dekat dengan Allah, Kelompok Salafi menyebut kelompok mereka berada di jalan Islam yang lurus dan murni.

Tapi, apakah diantara mereka ada yang paling benar? Bukan, bukan “Wallahualam” jawabannya. Karena muslim yang berfikiran terbuka, yang berbicara dengan iman, yang menggunakan logika, mereka akan menemukan jawaban siapa paling benar!

Siapa Paling Benar?

Jika kamu mengklaim kelompok Islam-mu yang paling baik, paling benar dan paling lurus, sekarang saya tanya kepadamu mana yang lebih baik antara Aswaja/Sunni atau rasulmu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Kamu pasti menjawab Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jika kamu mengaku “Salafi” paling benar, maka saya tanya padamu mana yang lebih benar antara Salafi dengan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Kamu pasti menjawab Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kalau begitu kenapa kamu tidak menyebut dirimu sebagai “Muhammadi”? [1] Ini lebih baik!

SideNote[1]: “Salaf” singkatan dari “Shalafus Shalih”, yaitu mengikuti orang-orang sholeh terdahulu. Orang-orang pengikutnya disebut dengan “Salafi” (Salaf + i).

Sekarang saya tanya kembali siapa yang paling superior, paling benar, paling segalanya antara Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala? Kamu pasti menjawab Allah.

Lalu saya tanya kembali, Allah menyebut orang yang tunduk kepadanya dengan istilah apa? Kamu pasti menjawab “Muslim“. Kalau begitu kenapa kamu tidak menyebut dirimu “Muslim” saja, karena “Muslim”lebih superior, lebih tinggi, lebih benar dan lebih lurus dari pada Aswaja, Salafi, Sunni, Syiah dan kelompok-kelompok Islam lainnya?

Jadi, jika kamu ingin memberikan label atau nama kelompok-kelompok pada agama Islam-mu, antara Salafi, Wahabi, Sunni, Aswaja atau Tariqat, maka yang terbaik adalah Muhammadi. Dan dari pada menyebut diri Muhammadi, maka yang terbaik dari yang terbaik adalah dengan menyebut dirimu Muslim! Dan untuk diriku, aku lebih memilih menyebut diriku sebagai:

MUSLIM

Kemarin muslim, sekarang muslim, dan saat matipun aku akan mati sebagai seorang MUSLIM!

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

One thought on “Salafi, Wahabi, Aswaja, Sunni dan Syiah, Mana Lebih Baik?

  • Rafif October 9, 2022 at 5:52 am
    Reply

    Ini pernah disampaikan Dr. Zakir Naik

Leave a Reply

Your email address will not be published.*
*
*