Assunnah.ID

Media beramal jariyah dengan dakwah sunnah

Merayakan Hari Ulang Tahun itu Haram dan Tidak Masuk Akal!

Posted on

Banyak dari masyarakat Indonesia yang merayakan ulang tahunnya, ulang tahun anaknya atau bahkan ulang tahun pernikahannya. Bagaimana pandangan Islam tentang merayakan hari kelahiran atau yang sering disebut dengan perayaan hari ulang tahun?

Hukum Haramnya Merayakan Ulang Tahun

Tahukah kamu dari mana perayaan ulang tahun ini bermula? Ya, pertama kali yang merayakan hari kelahirannya adalah orang-orang kafir. Padahal kamu tentu pernah mendengar dalil dibawah ini, yaitu sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُم

Artinya: ”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, berarti ia dari golongan mereka.”

– HR. Abu Dawud (4031); Ahmad (5093, 5094, 5634).

Tidak Masuk Akalnya Perayaan Hari Ulang Tahun

Saat orang-orang merayakan  hari ulang tahunnya, biasanya orang itu akan berdoa meminta kepada tuhan mereka agar diberikan umur yang panjang. Ini adalah doa yang tidak masuk akal, karena usia termasuk pada takdir yang mutlak, yang tidak bisa di ubah dan ia sudah tertulis dalam kitab Lauhul Mahfudz, dan sudah kering tinta yang tercoret pada lembaran kitab itu (tidak bisa di ubah).

Waktu kelahiran dan kematian manusia sudah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan sudah menjadi hak prerogatif Allah yang tidak bisa di ubah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ

Artinya:”Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan.”

– Al Waqi’ah: 60

Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

Artinya: “Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.”

– An Nisa’: 78

Dalil lain:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ (جة 4236,ت 3550, الصحيحة 757, وهو حديث حسن)

Artinya: Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Umur umatku antara 60 sampai 70 tahun. Dan sangat sedikit di antara mereka yang melewati itu.”

– HR Ibnu Majah no. 4.236; Tirmidzi no. 3.550

Jadi, dari pada meminta kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar di panjangkan umur, lebih baik kamu meminta agar Allah memanjangkan berkah umurmu. Yaitu agar Allah subhanahu wa ta’ala membuat dirimu mengisi sepanjang usiamu dengan ibadah-ibadah dan amal baik.

Bukan berarti berdo’a meminta panjangkan umur tidak boleh, namun pahami bahwa “sangat salah” jika kamu beranggapan bahwa dengan berdoa meminta Allah panjangkan umur kita, maka jangka waktu hidup yang tertulis di Lauhul Mahfudz akan bertambah dari yang awalnya kita hidup selama 65 tahun menjadi 67 tahun.

Berdo’a agar Allah panjangkan umur kita, berarti kita meminta agar Allah mengisi sepanjang hidup kita dengan ibadah-ibadah dan amal baik yang banyak.

Jadi, yuk… simpan duit kita buat yang lebih bermanfaat, dari pada membuat kue, bakar dan hembus lilin, yang justru malah membuat kita jauh dari surga, membakar uang kita, menghembuskan ridho Allah. Karena sesungguhnya ulang tahun itu tidak ada dalam Alquran & Hadis, juga tidak pernah di kerjakan Rasul, Sahabat dan Tabiin.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Leave a Reply

Your email address will not be published.*
*
*