Assunnah.ID

Media beramal jariyah dengan dakwah sunnah

Bertentangannya Tradisi Injak Telur dalam Pernikahan dengan Syariat Islam

Posted on

Injak telur dengan keyakinan supaya istri setia termasuk khurafat (khurafat berarti kedustaan). Kenapa dusta? Karena yang berhak menentukan / membuat istrimu setia atau tidak hanyalah Allah azza wa zalla. Sementara menginjak telur, jika Allah tidak menghendaki istrimu setia maka tak ada kesetiaan dalam diri istrimu. Sebaliknya, jika kamu tidak menginjak telur, namun Allah berkehendak istrimu setia maka “kun faya kun” (terjadi, maka terjadilah).

Kenapa khurafat haram? Karena meminta agar diberikan istri yg setia dalam Islam hanya boleh ditujukan (diminta) kepada sang maha pencipta, dialah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Meminta jodoh, meminta diberikan istri yg setia, meminta diberikan anak, dan meminta diberikan anak yg sholeh, dan lain sebagainya, semua itu adalah hak prerogatifnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk memberikannya/mengabulkannya. Maka memintalah hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Merengeklah, bermanjalah kepadanya seperti kamu merengek kepada orang tuamu (bahkan  lebih). Karena ia maha mampu dan maha kaya dari pada orang tuamu, dan ia menciptakanmu ketimbang orang tua yg sekedar melahirkanmu.

Allah berfirman,

فَمَنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Artinya:
“barangsiapa mengada-adakan dusta terhadap Allah sesudah itu, maka merekalah orang-orang yang zalim.”

– QS. an-Nisa: 94

Maka zalim lah orang-orang yang berdusta atas hak prerogatifnya Allah yang berkata menginjak telur untuk membuat rumah tangga yang setia. Padahal jika Allah mau, Allah mampu menghancurkan rumah tanggamu meski kamu menginjak seribu telur sekalipun.

Allah juga berfirman,

انْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَكَفَى بِهِ إِثْمًا مُبِينًا

Artinya:
“Lihatlah bagaimana mereka berbuat dusta atas nama Allah. dan cukuplah itu sebagai perbuatan dosa yang nyata” .

– QS. an-Nisa: 50

Jika setelah membaca firman Allah di atas kalian masih melakukannya, sesungguhnya kalian termasuk mendustakan ayat-ayat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah berfirman,

وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آَيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآَيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ

Artinya:
“Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya.”

– QS. al-A’raf: 146

 

Na'udzubillahi min dzalikTapi MAYORITAS sperti ini… 😢

Posted by Yeni Andriani on Saturday, January 11, 2020

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

One thought on “Bertentangannya Tradisi Injak Telur dalam Pernikahan dengan Syariat Islam

  • wanita super glow September 28, 2021 at 3:03 am
    Reply

    awesome

Leave a Reply

Your email address will not be published.*
*
*