Assunnah.ID

Media beramal jariyah dengan dakwah sunnah

Allah Hina-kan China dan Pemimpinnya Xi Jinping Karena Kesombongan dan Kezalimannya Terhadap Umat Islam

Posted on

Bayangkan bagaimana dulu pemerintah China melarang jilbab dan cadar bagi muslimah. Namun kuasa Allah telah membuat pemerintah & seluruh rakyat China harus memakai “cadar” secara terpaksa dalam kondisi terhina (yaitu menggunakan masker). Bayangkan bagaimana dulu pemerintah China melarang muslimah Uighur memakai cadar, tapi lihatlah kondisinya sekarang. Mereka justru “mengemis-ngemis cadar (masker) dari negara lain”. Bahkan tim medis China yang menangani Corona harus menutup sekujur tubuhnya dengan pakaian pengaman lantaran mereka takut dengan Corona.

Lihatlah bagaimana dulu pemerintah China mengkarantina dan / atau mengisolasi orang-orang Islam Uighur di kamp-kamp yang mereka sebut sebagai tempat “re-edukasi” Uighur. Disana mereka mendoktrin dan bahkan mungkin mencuci otak orang-orang muslim Uighur. Namun sekarang Allah menghinakan mereka, memaksa mereka mengisolasi seluruh rakyatnya sendiri demi terhindar dari bahaya virus Corona.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَّقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهٗ جَهَـنَّمُ خَالِدًا فِيْهَا وَغَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهٗ وَاَعَدَّ لَهٗ عَذَابًا عَظِيْمًا

Artinya:
“Dan siapa membunuh seorang yang beriman (muslim) dengan sengaja, maka balasannya ialah Neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.”

– QS. An-Nisa’: 93

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga pernah bersabda:

مَنْ أَعَانَ عَلَى قَتْلِ مُؤْمِنٍ بِشَطْرِ كَلِمَةٍ لَقِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ آيِسٌ مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ

Artinya:
“Barang siapa turut membantu upaya pembunuhan terhadap seorang muslim, meskipun hanya dengan sepotong kalimat, maka dia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan tertulis di antara kedua matanya; terputus dari rahmat Allah,

– HR Ibnu Majah

Pemimpin China sendiri, selain menzalimi dan mendiskriminasi orang-orang muslim Uighur, juga bersikap sombong dan congkak dengan sesumbar mengatakan:

“Tidak ada kekuatan yang bisa mengguncang fondasi dari negara (China) yang hebat ini,” 

Pernyataan diatas ia sampaikan dalam pidatonya di Mimbar Tiananmen yang menjadi tempat bersejarah di mana pendiri China, Mao Zedong, menetapkan berdirinya Republik Rakyat China pada 1 Oktober 1949 silam. Pemimpin negara komunis itu juga berencana mengubah isi dari terjemahan kitab suci Al-quran. Namun sekarang, lihatlah bagaimana Allah menurunkan musibah di negara kafir itu.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Leave a Reply

Your email address will not be published.*
*
*