Assunnah.ID

Media beramal jariyah dengan dakwah sunnah

Hagia Sophia Kembali Menjadi Masjid Walau Ditentang UNESCO, Amerika, Rusia dan Uni Eropa

Posted on

Jazakallahu Khairan, Erdogan. Jazakumullah Khairan rakyat Turki. Semoga Allah membalasmu dan kalian semua dengan kebaikan.

Dan semoga Allah segera mengganti kekhalifahan terakhir yang telah tumbang di tahun 1924, dan mendatangkan kembali satu khalifah di muka Bumi yang mampu menegakkan Islam, dan membela muslim-muslim yang sedang di tindas di sini, di negerimu, dan di negeri lain yang berseberangan denganmu, Insya Allah.

Fakta Tersembunyi:
Ada fakta tersembunyi yang terbongkar dari celetukan Wakil Kepala Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Rusia, Vladimir Dzhabarov dalam perkataannya mengomentari pengubahan kembali Hagia Sophia menjadi Masjid. Ia berkomentar”

“Mengubahnya menjadi masjid tidak akan berdampak apa-apa terhadap negara-negara Muslim. Itu tidak akan menyatukan bangsa-bangsa, melainkan akan membuat mereka saling bertikai satu dengan yang lain”

Jika kita cermati, perkataannya di atas seolah ia memang senang dengan adanya pertikaian di antara negara-negara Muslim. Dan ia seperti sudah mengetahui bahwa ada skenario di balik layar yang MEMBUAT UMAT MUSLIM BERPECAH-BELAH.

Jika memang benar demikian, tentulah karena mereka tidak menginginkan umat Muslim menjadi kuat seperti dulu, saat dimana Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam atas kehendak Allah menguasai seluruh tanah arab, menyebarkan Islam keseluruh penjuru Bumi, dan menebar kekalahan kepada negeri-negeri kafir.

Mereka takut jika Islam kembali bangkit seperti dulu, maka Islam akan menaklukkan negeri mereka, menguasai tanah mereka, menerapkan hukum Islam, dan menegakkan Islam. Dan membela setiap umat muslim yang di tindas di negara kafir, menyerang negara kafir yang menzalimi kaum muslim yang ada di negara kafir seperti di Myanmar yang menzalimi umat muslim Rohingya, seperti Israel yang menjajah Palestina, juga seperti China yang mengekang kehidupan beragama kelompok minoritas muslim Uighur, dan India yang menindas kelompok umat Islam. Dan kezaliman oleh negara kafir kepad umat muslim lainnya.

Selain itu, berubahnya status sebuah museum menjadi Masjid sejatinya tidaklah memberikan dampak negatif apapun secara ekonomi maupun politik kepada negara-negara kafir. Apa kerugian bagi mereka, sampai-sampai mereka begitu menolak perubahan status Hagia? Penentangan ini tentu patut dipertanyakan karena sedikitpun tidak memberikan dampak negatif kepada mereka, kecuali mereka memang memiliki skenario dibalik layar untuk menjaga agar Umat Islam tetap dalam kondisi seperti sekarang ini (berpecah belah dan lemah). Sayangnya, Unesco pun tak menyetujui Hagia Sophia dikembalikan sebagai masjid. Unesco mengancam:

“Unesco meminta kepada otoritas Turki untuk membuka dialog sececpatnya untuk menghindari mundurnya nilai universal dari warisan yang berharga ini yang kelestariannya akan direview oleh komite warisan dunia pada sesi selanjutnya”

Pada komentar Unesco di atas, salah satu cabang dari PBB ini mengancam akan me-review kembali status Warisan Dunia yang selama ini dilabelkan untuk situs bangunan bersejarah Hagia Sophia. Jika tidak segera mengadakan dialog untuk mengembalikan Hagia Sophia kembali menjadi museum, maka Unesco bisa jadi akan mencabut Hagia Sophia sebagai salah satu situs Warisan Dunia.

Memberi label Situs Warisan Dunia pada situs-situs tertentu menjadi iming-iming yang selama ini diberikan oleh Unesco kepada negara-negara. Beberapa negara termasuk Indonesia berupaya agar situs-situs bersejarah di negaranya mendapat label “Situs Warisan Dunia” agar dengan label itu kunjungan ke situs itu dapat meningkat. Jika memang benar demikian tujuannya, yaitu agar situs itu ramai di kunjungi, bukankah mengubahnya menjadi masjid akan membuat Hagia Sophia jadi ramai di kunjungi oleh jamaah masjid/umat muslim?

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Leave a Reply

Your email address will not be published.*
*
*