Assunnah.ID

Media beramal jariyah dengan dakwah sunnah

Hukum Ilmu Kebal dalam Islam, Bagaimana Bisa Mati Syahid Kalau Pakai Ilmu Kebal?

Posted on

Teriak Jihad Paling Lantang, Tapi Takut Mati?

Punya ilmu kebal tapi di jajah 3,5 abad. Tanya kenapa? 😂 Ada-ada saja orang jahil yang mudah di kibuli setan di dunia ini. Beberapa orang di Indonesia menggunakan ilmu kebal. Tidak aneh jika yang menggunakannya adalah preman-preman pasar yang memang sudah pasaran memakai jimat-jimat kekebalan. Tapi bagaimana bisa santri yang ngaku ilmunya selangit dan paling lancar baca Al-quran tapi memakai ilmu kebal?

Itulah fenomena yang terjadi di Indonesia sekarang ini. Ada santri-santri yang belajar / di ajari ilmu kebal dan juga orang yang mengaku ulama, kyai dan da’i-da’i yang mengaku berilmu tinggi lantaran lulusan pesantren, tapi membawa ilmu kebal dalam dirinya. Ketahuilah, salah satu imam mazhab, Imam Syafi’i pernah berkata:

إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَطِيْرُ فِي الْهَوَاءِ وَيَمْشِيْ عَلَى الْمَاءِ، فَلاَ تَغْتَرُّوْا بِهِ حَتىَّ تُعْرَضُوْا أَمْرَهُ عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَةِ – طبقات الشافعية ص63”

Artinya:
“Jika kalian melihat seseorang bisa terbang di udara dan berjalan di atas air, janganlah kalian terperdaya dengannya hingga menjadi jelas pada kalian sikapnya terhadap al-Kitab (al-Quran) dan as-Sunnah.”

Kadang-kadang, dalam kondisi tertentu mereka akan teriak “jihaaaad…!” sangat keras, paling keras di antara yang lainnya. Mereka berharap mati syahid dengan mendapatkan ganjaran surga dari Allah subhanahu wa ta’ala. Dan memang, Allah akan mengganjar orang-orang yang mati di jalannya dengan syahid dan di ampuni segala dosanya kecuali hutangnya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَٰرَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?”

تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya:
”(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”

– Q.S. Ash Shaff:10-11

 

Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiallahu anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الْقَتْلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُكَفِّرُ كُلَّ شَيْءٍ إِلَّا الدَّيْنَ

Artinya:
“Yang terbunuh di jalan Allah (syahid) akan dihapuskan semua dosanya kecuali hutang.”

– HR. Muslim no. 1886

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ

Artinya:
“Barangsiapa terbunuh di jalan Allâh Azza wa Jalla , maka dia mati syahid.”

– HR Muslim & Ahmad

Selain itu, Allah subhanahu wa ta’ala juga meluluskan manusia yang mati syahid dari ujian tiga pertanyaan di dalam kubur. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا بَالُ الْمُؤْمِنِينَ يُفْتَنُونَ فِي قُبُورِهِمْ إِلَّا الشَّهِيدَ قَالَ كَفَى بِبَارِقَةِ السُّيُوفِ عَلَى رَأْسِهِ فِتْنَةً

Artinya:
Wahai Rasûlullâh! Mengapa semua orang yang beriman akan ditanya di alam kubur mereka kecuali orang yang mati syahid? Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Cukuplah kilatan pedang di atas kepala mereka sebagai ujian bagi mereka.”

– HR An Nasai dishahihkan oleh Syaikh Al Albani

Kalau memang itu yang mereka harapkan, sekarang saya tanya. Apakah mungkin mereka bisa mati syahid jika di dalam diri mereka terdapat ilmu kebal? Tidak ada, tentu tidak ada. Sampai kapanpun mereka tidak akan mati syahid jika mereka mengandalkan ilmu kebal. Mereka teriak jihad paling lantang, mereka mengharapkan mati syahid, tapi mereka merasa takut dengan kematian itu sendiri. Apakah mereka memang berniat mati syahid, atau takut akan kematian? Padahal mati syahid itu tiada menyakitkan kecuali seperti di gigit semut.

مَا يَجِدُ الشَّهِيدُ مِنْ مَسِّ الْقَتْلِ إِلَّا كَمَا يَجِدُ أَحَدُكُمْ مِنْ مَسِّ الْقَرْصَةِ

Artinya:
“Seorang syahid (mati dalam perang fi sabilillah) tidak merasakan sakitnya mati dibunuh kecuali sebagaimana salah seorang dari kalian merasakan sakitnya digigit semut.”

– HR. At-Tirmizi no. 1668 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 5813

Dan memang, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri selama hidupnya tidak pernah sekalipun menggunakan ilmu kebal. Bahkan meski penguasa alam semesta ini melindunginya, Rasûlullâh tetap mengalami luka-luka dalam perangnya, giginya rompal oleh musuh, bahkan pernah mengalami kekalahan sebagai pelajaran dari Allah kepada umatnya, akan pentingnya mematuhi perintah pemimpin.

Apakah kamu termasuk orang-orang atau santri-santri yang masih memiliki atau menggunakan ilmu kebal? Tinggalkanlah itu semua. Karena syahid tidak akan diterima oleh 0rang-orang yang menggunakan ilmu kebal, tidak akan diterima oleh orang-orang yang takut mati di jalan Allah. Karena mereka pengguna ilmu kebal sejatinya adalah orang yang masih ragu-ragu akan janji-janji Allah, yang hanya setengah-setengah keyakinannya terhadap firman-firman Allah, bahwa orang yang mati syahid dijamin masuk surga. Begitulah orang yang yakinnya setengah-setengah terhadap agama Allah.

Bahkan orang yang mati syahid saja, meminta untuk di hidupkan kembali dan mati lagi di jalan Allah untuk merasakan nikmatnya mati syahid itu. Lantas kenapa kamu masih takut mati? Mengapa kamu masih menggunakan ilmu kebal? Sungguh, ilmu kebal itu bukanlah bagian dari Islam, melainkan tipu daya setan yang ingin menjauhkanmu dari jalan Allah.

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:

مَا أَحَدٌ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يُحِبُّ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا وَلَهُ مَا عَلَى الْأَرْضِ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا الشَّهِيدُ يَتَمَنَّى أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا فَيُقْتَلَ عَشْرَ مَرَّاتٍ لِمَا يَرَى مِنْ الْكَرَامَةِ

Artinya:
“Tidak seorangpun yang masuk surga namun dia suka untuk kembali ke dunia padahal dia hanya mempunyai sedikit harta di bumi, kecuali orang yang mati syahid. Dia berangan-angan untuk kembali ke dunia kemudian berperang lalu terbunuh hingga sepuluh kali karena dia melihat keistimewaan karamah (mati syahid).”

– HR. Al-Bukhari no. 2817 dan Muslim no. 1877

Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wa salam bersabda:

«أَرْوَاحُهُمْ فِي جَوْفِ طَيْرٍ خُضْرٍ، لَهَا قَنَادِيلُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ، تَسْرَحُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ شَاءَتْ، ثُمَّ تَأْوِي إِلَى تِلْكَ الْقَنَادِيلِ، فَاطَّلَعَ إِلَيْهِمْ رَبُّهُمُ اطِّلَاعَةً»، فَقَالَ: ” هَلْ تَشْتَهُونَ شَيْئًا؟ قَالُوا: أَيَّ شَيْءٍ نَشْتَهِي وَنَحْنُ نَسْرَحُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ شِئْنَا، فَفَعَلَ ذَلِكَ بِهِمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَلَمَّا رَأَوْا أَنَّهُمْ لَنْ يُتْرَكُوا مِنْ أَنْ يُسْأَلُوا، قَالُوا: يَا رَبِّ، نُرِيدُ أَنْ تَرُدَّ أَرْوَاحَنَا فِي أَجْسَادِنَا حَتَّى نُقْتَلَ فِي سَبِيلِكَ مَرَّةً أُخْرَى، فَلَمَّا رَأَى أَنْ لَيْسَ لَهُمْ حَاجَةٌ تُرِكُوا “

Artinya:
“Ruh-ruh mereka berada pada tembolok burung yang berwarna hijau yang memiliki sarang yang tergantung pada arsy, terbang di dalam surga kemanapun dia kehendaki, lalu dia kembali menuju lampu tersebut lalu Tuhan mereka melihat mereka dan berfirman, “Apakah yang kalian inginkan?” Mereka menjawab, “Apakah ada hal lain yang kami inginkan semantara kami telah dibebaskan terbang ke sana kemari di dalam surga ini kemanapun kami kehendaki.” Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkata kepada mereka tiga kali, lalu pada saat mereka sudah mengetahui bahwa mereka tidak dibiarkan kecuali harus meminta sesuatu. Mereka berkata, “Wahai Rabb kami, kembalikanlah ruh-ruh kami pada tubuh-tubuh kami sehingga kami terbunuh kembali di jalan -Mu, lalu pada saat Rabb mereka mengetahui bahwa mereka tidak memiliki keperluan apapun maka merekapun ditinggalkan”.

– HR. Muslim no. 1887

 

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

تَضَمَّنَ اللَّهُ لِمَنْ خَرَجَ فِي سَبِيلِهِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَإِيمَانًا بِي وَتَصْدِيقًا بِرُسُلِي فَهُوَ عَلَيَّ ضَامِنٌ أَنْ أُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ أَوْ أَرْجِعَهُ إِلَى مَسْكَنِهِ الَّذِي خَرَجَ مِنْهُ نَائِلًا مَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ أَوْ غَنِيمَةٍ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ مَا مِنْ كَلْمٍ يُكْلَمُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَهَيْئَتِهِ حِينَ كُلِمَ لَوْنُهُ لَوْنُ دَمٍ وَرِيحُهُ مِسْكٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوْلَا أَنْ يَشُقَّ عَلَى الْمُسْلِمِينَ مَا قَعَدْتُ خِلَافَ سَرِيَّةٍ تَغْزُو فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَبَدًا وَلَكِنْ لَا أَجِدُ سَعَةً فَأَحْمِلَهُمْ وَلَا يَجِدُونَ سَعَةً وَيَشُقُّ عَلَيْهِمْ أَنْ يَتَخَلَّفُوا عَنِّي وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوَدِدْتُ أَنِّي أَغْزُو فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَأُقْتَلُ ثُمَّ أَغْزُو فَأُقْتَلُ ثُمَّ أَغْزُو فَأُقْتَلُ

Artinya:
“Allah menjamin bagi orang yang berperang di jalan-Nya dan tidak ada yang mendorongnya keluar kecuali karena ingin jihad di jalan-Ku, dia beriman kepada-Ku, dan membenarkan para rasul-Ku, maka Aku menjamin akan memasukkannya ke dalam surga atau mengembalikannya pulang ke rumahnya dengan membawa kemenangan berupa pahala dan ghanimah (harta rampasan perang). Demi yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidak ada seseorang pun yang terluka dalam perang fi sabilillah, melainkan kelak di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan luka seperti semula, warnanya warna darah sementara baunya bau minyak kesturi. Demi yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sekiranya tidak memberatkan kaum muslimin, sungguh selamanya aku tidak ingin ketinggalan untuk mengikuti setiap kavaleri di jalam Allah. Namun saya tidak mampu untuk menanggung biaya mereka, sedangkan mereka juga tidak memiliki kelapangan, padahal mereka merasa kecewa jika tidak ikut berperang bersamaku. Demi yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya saya ingin sekali berperang fi sabilillah, kemudian saya terbunuh, lalu saya berperang lagi lalu saya terbunuh, setelah itu saya berperang lagi dan terbunuh.”

– HR. Al-Bukhari no. 2797 dan Muslim no. 1876

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Leave a Reply

Your email address will not be published.*
*
*