Assunnah.ID

Media beramal jariyah dengan dakwah sunnah

Inilah yang Terjadi Pada Orang Mukmin, Fasiq dan Kafir Setelah Ia Mati

Posted on

Kuberi kalian “3 Pertanyaan” yang pasti akan di tanyakan oleh 2 malaikat kepada kalian saat kalian masuk ke liang kubur nanti:

  1. ‘Siapakah rabbmu?’, ‘Rabbku adalah Allah’ jawabnya. Mereka berdua kembali bertanya,
  2. ‘Apakah agamamu?’, ‘Agamaku Islam’ sahutnya. Mereka berdua bertanya lagi,
  3. ‘Siapakah orang yang telah diutus untuk kalian?’ “Beliau adalah Rasulullah Shallallaahullahu ‘alaihi wa sallam” jawabnya. ‘Dari mana engkau tahu?’ tanya mereka berdua. ‘AKU MEMBACA Al-Qur’an LALU AKU MENGIMANINYA DAN MEMPERCAYAINYA’.

Itulah jawaban yang benar, jika kalian adalah orang-orang yang beriman dan melakukan segala yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, tentu Allah subhanahu wa ta’ala akan meletakkan jawaban itu di mulut kalian.

Dan jika kalian memang menjawabnya dengan jawaban yang sama seperti di atas, maka tiba-tiba akan terdengarlah suara dari langit yang menyeru, ‘(Jawaban) hamba-Ku benar! Maka hamparkanlah surga baginya, berilah dia pakaian darinya lalu bukakanlah pintu ke arahnya’. Maka menghembuslah angin segar dan harumnya surga (memasuki kuburannya) lalu kuburannya diluaskan sepanjang mata memandang.

Itulah tanya jawab antara malaikat dan kalian di alam kubur nanti, JIKA KALIAN MATI DALAM KEADAAN BERTAKWA.

Pertanyaannya, KALIAN MEMANG TELAH MEMBACA Al-Qur’an, TAPI APAKAH KALIAN TELAH MENGIMANINYA DAN MEMPERCAYAINYA?

Jawab dalam hati, apakah kalian telah menerima, beriman dan mematuhinya saat ayat-ayat Allah dan perkataan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam disampaikan (oleh seseorang) kepada kalian? Ataukah kalian malah mencela, menghina/ mengejek atau malah mengusir orang-orang yang menyampaikan ayat-ayat Al-quran dan hadits-hadits Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam? Karena apa yang disampaikan oleh orang itu sesungguhnya bukanlah perkataan diri mereka sendiri, tapi adalah perkataan Allah dan Rasulnya, ayat-ayat Allah dan nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Seperti ayat-ayat dan hadits-hadits dibawah:

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Artinya:
‘Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka”

– HR Abu Dawud

Jika kalian umat Rasulullah Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam, setelah mendengar hadits di atas maka kalian seharusnya berhenti merayakan ulang tahun, mengenakan cincin pernikahan, termasuk berhenti melakukan Tahlilan.

Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam juga bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا لَا تَشَبَّهُوا بِالْيَهُودِ وَلَا بِالنَّصَارَى فَإِنَّ تَسْلِيمَ الْيَهُودِ الْإِشَارَةُ بِالْأَصَابِعِ وَتَسْلِيمَ النَّصَارَى الْإِشَارَةُ بِالْأَكُفِّ

Artinya:
“Bukan termasuk golongan kami siapa yang menyerupai kaum selain kami. Janganlah kalian menyerupai Yahudi, juga Nashrani, karena sungguh mereka kaum Yahudi memberi salam dengan isyarat jari jemari, dan kaum Nasrani memberi salam dengan isyarat telapak tangannya”

– HR Tirmidzi, hasan

Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللهُ وَرَسُولَهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةَ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً مُّبِينًا

Artinya:
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, dengan sesat yang nyata”.

– Al Ahzab : 36

Dari Umar radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,

بعثت بين يدي الساعة بالسيف حتى يعبد الله تعالى وحده لا شريك له و جعل رزقي تحت ظل رمحي و جعل الذل و الصغار على من خالف أمري و من تشبه بقوم فهو منهم

Artinya:
“Aku diutus dengan pedang menjelang hari kiamat hingga mereka menyembah Allah Ta’ala semata dan tidak mempersekutukanNya dengan sesuatupun, dan telah dijadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku, dijadikan kehinaan dan kerendahan bagi siapa yang menyelisihi perkaraku. Dan barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka”

– HR Ahmad, dishahihkan oleh Al Albani

SUNGGUH KALIAN ADALAH ORANG-ORANG YANG HANYA BERIMAN DI MULUT SAJA, JIKA KALIAN TIDAK MEYAKINI PERKATAAN ALLAH DAN RASULNYA SETELAH AYAT-AYAT DAN HADITS ITU DIPERDENGARKAN KEPADA KALIAN. BAHKAN MENCELA ORANG-ORANG YANG MENYAMPAIKANNYA KEPADA KALIAN.

Renungan Kepada Kalian yang Mencela Orang-orang yang Menyampaikan Ayat-ayat Allah dan Hadis Rasulullah, sesungguhnya apa yang kalian lakukan adalah pengingkaran terhadap Allah dan rasulnya. Karena orang itu tidak berbicara dengan mulutnya sendiri, tapi apa yang mereka dengar (dari Alquran dan hadits) itulah yang mereka sampaikan.

Adapun orang-orang yang tidak beriman pada-Nya, di saat dia dalam keadaan tidak mengharapkan akhirat dan masih menginginkan (keindahan) duniawi, turunlah dari langit malaikat yang bermuka hitam sambil membawa kain mori kasar. Lalu mereka duduk di sekelilingnya. Saat itu turunlah malaikat pencabut nyawa dan duduk di arah kepalanya seraya berkata, ‘Wahai nyawa yang hina keluarlah dan jemputlah kemurkaan dan kemarahan Allah!’. Maka nyawa orang tadi ‘berlarian’ di sekujur tubuhnya. Maka malaikat pencabut nyawa tadi mencabut nyawa tersebut (dengan paksa), sebagaimana seseorang yang menarik besi beruji yang menempel di kapas basah. Begitu nyawa tersebut sudah berada di tangan malaikat pencabut nyawa, sekejap mata diambil oleh para malaikat bermuka hitam yang ada di sekelilingnya, lalu nyawa tadi segera dibungkus dengan kain mori kasar. Tiba-tiba terciumlah bau busuk sebusuk bangkai yang paling busuk di muka bumi.

Lalu nyawa tadi dibawa ke langit. Setiap mereka melewati segerombolan malaikat mereka selalu ditanya, ‘Nyawa siapakah yang amat hina ini?’, ‘Ini adalah nyawa fulan bin fulan’ jawab mereka dengan namanya yang terburuk ketika di dunia. Sesampainya di langit dunia, mereka minta izin untuk memasukinya, namun tidak diizinkan. Rasulullah membaca firman Allah,

لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ

Artinya:
“Tidak akan dibukakan bagi mereka (orang2 kafir) pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk surga, sampai seandainya unta bisa memasuki lobang jarum sekalipun.”

– QS. Al-A’raf: 40

Saat itu Allah berfirman, ‘Tulislah namanya di dalam Sijjin di bawah bumi’, Kemudian nyawa itu dicampakkan (dengan hina dina). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah ta’ala,

وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَكَأنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيْحُ فِي مَكَانٍ سَحِيْقٍ

Artinya:
“Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.”

– QS. Al-Hajj: 31

Kemudian nyawa tadi dikembalikan ke jasadnya, hingga datanglah dua orang malaikat yang mendudukannya seraya bertanya, ‘Siapakah rabbmu?’, ‘Hah hah… aku tidak tahu’ jawabnya. Mereka berdua kembali bertanya, ‘Apakah agamamu?’ “Hah hah… aku tidak tahu’ sahutnya. Mereka berdua bertanya lagi, ‘Siapakah orang yang telah diutus untuk kalian?’ “Hah hah… aku tidak tahu’ jawabnya. Saat itu terdengar seruan dari langit, ‘Hamba-Ku telah berdusta! Hamparkan neraka baginya dan bukakan pintu ke arahnya’. Maka hawa panas dan bau busuk neraka pun bertiup ke dalam kuburannya. Lalu kuburannya di ‘press’ (oleh Allah) hingga tulang belulangnya (pecah dan) menancap satu sama lainnya.

Tiba-tiba datanglah seorang yang bermuka amat buruk memakai pakaian kotor dan berbau sangat busuk, seraya berkata, ‘Aku datang membawa kabar buruk untukmu, hari ini adalah hari yang telah dijanjikan bagimu’. Orang kafir itu seraya bertanya, ‘Siapakah engkau? Wajahmu menandakan kesialan!’, ‘Aku adalah dosa-dosamu’ jawabnya. ‘Wahai Rabbku, janganlah engkau datangkan hari kiamat’ seru orang kafir tadi.

FOOTNOTE:
HR. Ahmad dalam Al-Musnad 30: 499-503 dan dishahihkan oleh al-Hakim dalam Al-Mustadrak 1: 39 dan al-Albani dalam Ahkamul Janaiz hal. 156

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

2 thoughts on “Inilah yang Terjadi Pada Orang Mukmin, Fasiq dan Kafir Setelah Ia Mati

  • WANITA SUPER GLOW March 1, 2021 at 3:21 am
    Reply

    smoga sluruh umat muslim di matikan dalam ke adaan husnul khatimah aamin

  • wanita super glow September 16, 2021 at 3:30 am
    Reply

    AWESOME

Leave a Reply

Your email address will not be published.*
*
*