Assunnah.ID

Media beramal jariyah dengan dakwah sunnah

Mengapa Muslim Tidak Mengucapkan Natal Kepada Nasrani?

Posted on

Siapa bilang Islam itu agama intoleran? Kamu (orang-orang non-muslim) tinggal di Indonesia saja sudah terlihat toleransi Islam. Bagaimana kamu bisa hidup, bisa bekerja, bisa ibadah, kamu bersosialisasi kepada umat agama lain, dan sebagainya. Jangan hanya karena ulah “beberapa oknum” lalu kamu menutup mata, memukul rata bahwa Islam adalah agama intoleran.

Kalau kamu pergi ke Turki, Yerusalem, UEA, dan negara-negara Islam lainnya, disana ada banyak orang-orang nasrani dan Yahudi yang hidup berdampingan. Bahkan di Yerusallem (Palestina), umat muslim dan nasrani bersama-sama berperang melawan orang-orang Israel yang menjajah mereka.

Dalam Islam, agama kami memang tidak mengajarkan pluralisme, tidak ada istilah ini dalam Al-quran dan Assunnah. Tapi kami di atur oleh syariat kami bagaimana “bermuamallah” dengan orang-orang non-muslim. Apa itu “muamallah”?

Menurut KBBI:

muamalah/mu·a·ma·lah/ Ar n hal-hal yang termasuk urusan kemasyarakatan (pergaulan, perdata, dan sebagainya)

Saya tidak bisa bilang bahwa kata “Toleransi” itu sama maknanya dengan kata “Muamallah”. Namun kata dalam bahasa Indonesia yang paling dekat untuk mewakili kata “Muamallah” adalah toleransi.

Perlu di camkan, bahwa umat muslim memang di ajarkan untuk bermuamallah kepada non-muslim, namun ada batasannya. Apa batasannya? Batasannya menurut yang sudah di atur dalam Al-quran dan Assunnah.

Tapi garis besarnya. Selama itu urusan dunia, kami bebas bermuamallah dengan kalian (menjenguk kalian yang sakit, jual beli, membantu jika ada kesulitan, komunikasi, pekerjaan, dsb.

Namun jika sudah menyangkut perkara ibadah/agama, kami dilarang berbaur dengan kalian. Misal, kebaktian, natal, tahun baru, upacara pernikahan dan kematian, dsb kami dilarang berbaur dan ikut dalam upacara itu. Maka kami dilarang datang ke acara ritual keagamaan kalian. Bahkan untuk mengucap “selamat” saja kami dilarang (baca: Hukum Muslim Mengucapkan Selamat Natal, Mutlak Haram!)

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. ”

– QS. Al Maidah: 2

Bagi Allah subhanahu wa ta’ala merayakan natal, berdoa kepada Isa Allaihisalam, dan mengerjakan semua syariat agama nasrani adalah dosa yang sangat besar. Maka kami dilarang menolong orang-orang nasrani dalam berbuat dosa itu, sesuai dengan QS Al-Maidah:2 diatas.

Lalu bagaimana dengan kelompok-kelompok muslim yang menjaga di gereja, ikut mengucapkan selamat natal, ikut masuk ke gereja, ikut membantu persiapan kebaktian dll. Ya, itu dilakukan biasanya oleh orang-orang orang yang tidak memahami Al-quran dan Assunnah (ilmu agamanya sedikit), atau orang-orang yang sudah terpengaruh pemahaman liberal. Maka kami tidak memandang apa yang mereka lakukan sebagai pembenaran dalam agama kami.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Leave a Reply

Your email address will not be published.*
*
*