Assunnah.ID

Media beramal jariyah dengan dakwah sunnah

73 Golongan dalam Islam, Siapa 1 yang Akan Masuk Surga?

Posted on

Ada banyak orang bertanya-tanya siapa 1 golongan orang yang akan masuk surga yang dimaksud Rasulullah. Masing-masing golongan, aliran, organisasi, dan kelompok-kelompok Islam mengklaim dirinya-lah yang termasuk 1 golongan masuk surga. Sebenarnya, golongan mana yang di maksud?

Hadits Islam Berpecah Menjadi 73 Golongan

Hadits Mu’awiyah bin Abi Sufyan :

عَنْ أَبِيْ عَامِرٍ الْهَوْزَنِيِّ عَبْدِ اللهِ بْنِ لُحَيِّ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِيْ سُفْيَانَ أَنَّهُ قَامَ فِيْنَا فَقَالَ: أَلاَ إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ فِيْنَا فَقَالَ: أََلاَ إِنَّ مَنْ قَبْلَكُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ اِفْتَرَقُوْا عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً وَإِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ. ثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ .

Artinya: Dari Abu ‘Amir al-Hauzaniy ‘Abdillah bin Luhai, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan, bahwasanya ia (Mu’awiyah) pernah berdiri di hadapan kami, lalu ia berkata: “Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di hadapan kami, kemudian beliau bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan dan sesungguhnya ummat ini akan berpecah belah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, (adapun) yang tujuh puluh dua akan masuk Neraka dan yang satu golongan akan masuk Surga, yaitu “al-Jama’ah.

Hadits diatas diriwayatkan oleh:

  1. Abu Dawud, Kitabus Sunnah Bab Syarhus Sunnah no. 4597, dan lafazh hadits di atas adalah dari lafazh-nya.
  2. Ad-Darimi, dalam kitab Sunan-nya (II/241) Bab fii Iftiraqi Hadzihil Ummah.
  3. Imam Ahmad, dalam Musnad-nya (IV/102).
  4. Al-Hakim, dalam kitab al-Mustadrak (I/128).
  5. Al-Ajurri, dalam kitab asy-Syari’ah (I/314-315 no. 29).
  6. Ibnu Abi ‘Ashim, dalam Kitabus Sunnah, (I/7) no. 1-2.
  7. Ibnu Baththah, dalam kitab al-Ibaanah ‘an Syari’atil Firqah an-Najiyah (I/371) no. 268, tahqiq Ridha Na’san Mu’thi, cet.II Darur Rayah 1415 H.
  8. Al-Lalikaa-iy, dalam kitab Syarah Ushul I’tiqad Ahlus Sunah wal Jama’ah (I/113-114) no. 150, tahqiq Dr. Ahmad bin Sa’id bin Hamdan al-Ghaamidi, cet. Daar Thay-yibah th. 1418 H.
  9. Al-Ashbahani, dalam kitab al-Hujjah fii Bayanil Mahajjah pasal Fii Dzikril Ahwa’ al-Madzmumah al-Qismul Awwal I/107 no. 16.

Golongan Mana yang Langsung Masuk Surga?

Sebenarnya semua muslim akan masuk surga, namun yang 72 golongan ini akan masuk neraka dulu untuk dihapus dosa-dosanya, untuk kemudian dimasukkan ke surga. Kecuali Al-jamaah yang akan langsung masuk ke dalam surga tanpa melalui siksa neraka.

Lalu, siapakah Al-Jama’ah, 1 golongan yang akan langsung masuk surga itu?

Dijelaskan dalam hadits yang lain (karena hadits ini banyak periwayatnya, ada sekitar 14 sahabat nabi yang meriwayatkan hadits ini):

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَيَأْتِيَنَّ عَلَى أُمَّتِيْ مَا أَتَى عَلَى بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ حَذْوَ النَّعْلِ بِالنَّعْلِ حَتَّى إِنْ كَانَ مِنْهُمْ مَنْ أَتَى أُمَّهُ عَلاَنِيَةً لَكَانَ فِيْ أُمَّتِيْ مَنْ يَصْنَعُ ذَلِكَ وَإِنَّ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً، قَالُوْا: وَمَنْ هِيَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِيْ.

Artinya:
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sungguh akan terjadi pada ummatku, apa yang telah terjadi pada ummat bani Israil sedikit demi sedikit, sehingga jika ada di antara mereka (Bani Israil) yang menyetubuhi ibunya secara terang-terangan, maka niscaya akan ada pada ummatku yang mengerjakan itu. Dan sesungguhnya bani Israil berpecah menjadi tujuh puluh dua millah, semuanya di Neraka kecuali satu millah saja dan
ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga millah, yang semuanya di Neraka kecuali satu millah.’ (para Shahabat) bertanya, ‘Siapa mereka wahai Rasulullah?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Apa yang aku dan para Shahabatku berada di atasnya.’”

– HR At-Tirmidzi no. 264

Saya harus tepok jidat dengan orang-orang yang mempermasalahkan dan mempertanyakan “siapa 1 golongan yang masuk surga itu?”. Karena dalam hadits itu sendiri kan sudah dijelaskan, siapa golongan yang masuk surga. Para sahabat sudah bertanya siapa 1 golongan yang masuk surga itu kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam.

(para Shahabat) bertanya, ‘Siapa mereka wahai Rasulullah?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Apa yang aku dan para Shahabatku berada di atasnya.’”

Nah, jelas kan… Orang yang termasuk dalam 1 golongan yang akan masuk surga adalah orang-orang yang meneladani Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Dengan kata lain, orang-orang yang berpegang teguh pada Al-quran dan Assunnah dengan pemahaman para shalafushalih (para sahabat). Kenapa kok para sahabat? Karena rasulullah menyampaikan Al-quran dan hadits shahih kepada para sahabat.

Jadi, seharusnya ini tidak lagi perlu menjadi perdebatan panjang, karena toh sudah dijelaskan disitu siapa 1 golongan yang akan masuk surga.

Parahnya, banyak orang terutama orang-orang muslim Sunni pada umumnya menganggap Al-jamaah itu adalah golongan “Ahlus Sunnah Wal Jamaah” (mereka sering sebut juga Aswaja). Yaitu golongan Islam terbesar di dunia saat ini. Tapi pendapat ini keliru, sangat keliru. Karena yang pertama, pendapat ini kontradiksi/bertentangan dengan hadits dibawah ini yang menjelaskan bahwa kondisi Islam di masa depan (yaitu sekarang) akan semakin sedikit :

بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

Artinya: “Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntunglah orang yang asing”

– HR. Muslim no. 145

Hadits di atas menjelaskan, bahwa syariat Islam lama-kelamaan akan di tinggalkan dan akan terasingkan, sebagaimana ia pertama kali dibawa Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam di fase Mekkah, maka ini tidak sesuai dengan jumlah jamaah terbesarnya AsWaJa.

Orang-orang mungkin masih menisbatkan dirinya pada agama Islam (sebagaimana orang-orang kafir Mekkah masih percaya kepada Allah). Namun mereka telah melupakan syariatnya (sebagaimana orang kafir Mekkah meninggalkan syariat Ibrahim), dan sebagian lagi mengubah-ubah syariat Islam. Bahkan banyak sunnah-sunnah yang ditinggalkan, berganti menjadi bid’ah-bid’ah yang bermunculan. Kenapa saya memahami hadits ini demikian? Karena ada hadits lain yang melengkapi hadits di atas:

dalam riwayat yang lain :

قيل يا رسول الله ومن الغرباء؟ فقال: الذين يصلحون إذا فسد الناس

Artinya: Rasulullah- Shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya “wahai rasulullah siapa yang asing itu (al-Ghuraba)?” Rasulullah- Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Yaitu orang-orang yang mengadakan perbaikan di tengah manusia yang berbuat kerusakan”.

– HR. Abdullah bin Ahmad bin Hambal dalam Az Zawaid [16736], Al Baghawi dalam Mu’jam Ash Shahabah [1950], dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah [1273]

Berbuat kerusakan yang bagaimana maksudnya? Kerusakan pada agama, atau kerusakan pada bumi? Dalam riwayat lain dijelaskan dengan lafadz yang sedikit berbeda:

هم الذين يصلحون ما أفسد الناس من سنتي

Artinya: ”mereka adalah orang-orang yang memperbaiki sunnahku yang dirusak manusia”

Nah, maka 1 golongan yang akan masuk surga itu sebenarnya adalah Al-Jamaah, yaitu orang-orang yang Rasulullah dan para sahabat berada di atasnya, yaitu orang-orang yang berpegang pada Al-quran dan Assunnah dengan pemahaman Rasulullah dan shalafus shalih (para sahabat). Bukan Al-jamaah Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Mau dia Salafi atau non-salafi, mau dia Muhammadiyah, Aswaja atau FPI, selama dia berpegang teguh pada Al-quran dan Assunnah dengan pemahaman para sahabat, maka itulah yang masuk surga. Malahan, kalau dia menisbatkan diri pada Salafi tapi tidak memegang teguh Al-quran dan Assunnah, maka dia tidak termasuk pada 1 golongan yg masuk surga itu.

Pertanyaannya sekarang:

KAMU MEMEGANG PADA ALQURAN DAN ASSUNNAH TIDAK? APA JANGAN JANGAN KAMU MALAH MASIH RUTIN MENGERJAKAN BID’AH-BID’AH? Masih suka syukuran (kehamilan, rumah baru, ulang tahun, among-among, syukuran laut,dll), kenduri, wiridan, tahlilan, tahun baru hijriyahan, dll?

(Hei, Allah tidak menuntut balasan yang besar-besar kepada hambanya yang ingin bersyukur. Allah cuma meminta kamu berucap “Alhamdulillah” saja. Maka cukupkanlah dengan kalimat “Alhamdulillah”…)

Ketahuilah, bid’ah itu sekecil apapun sangat berbahaya. Dimulai dari yang kecil, lama-lama menjadi besar. Dan lama kelamaan akan merusak syariat, seperti yang terjadi pada orang-orang Islam di Vietnam (ironis, bahkan islam disana tidak lagi bisa disebut sebagai Islam. Naudzubillahiminzalik).

Ingat, orang-orang yang terasing karena memperbaiki / mempertahankan sunnah rasulullah yang dirusak manusia dengan bid’ah-bid’ah itulah yang akan selamat!

Allahualam bishawab…

Semoga melalui tulisan ini Allah subhanahu wa ta’ala membukakan pintu hidayah selebar-lebarnya untuk manusia di Bumi. Insya Allah. Jika ada benar pastilah dari Allah subhanahu wa ta’ala, jika ada salah maka itu pasti dari saya. Maka saya minta maaf dan memohon ampun kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas setiap kesalahan dan dosa-dosa saya.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Leave a Reply

Your email address will not be published.*
*
*