Assunnah.ID

Media beramal jariyah dengan dakwah sunnah

Dalam Islam, Kenapa Tuhan Seolah Sangat Ingin Disembah?

Posted on

Allah sangat ingin disembah?

Ahh… tidak juga. Itulah kenapa, sebelum kamu berbicara tentang Islam, pelajari dulu Islam. Belajar Islam jangan dari umatnya (tidak semua umat muslim itu lurus aqidahnya), tapi belajarlah dari kitabnya.

Sudah jelas Allah berfirman

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

Artinya: “Hai manusia, kamulah yang sangat butuh kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.”

– QS. Fathir: 15

Allah mempertegasnya dalam hadits qudsi.
Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman:

يا عبادي ! لو أن أولكم وآخركم وإنسكم وجنكم . كانوا على أتقى قلب رجل واحد منكم . ما زاد ذلك في ملكي شيئا . يا عبادي ! لو أن أولكم وآخركم . وإنسكم وجنكم . كانوا على أفجر قلب رجل واحد . ما نقص ذلك من ملكي شيئا

Artinya: “Wahai hamba-Ku, andai seluruh manusia dan jin dari yang paling awal sampai yang paling akhir, seluruhnya menjadi orang yang paling bertaqwa, hal itu sedikitpun tidak menambah kekuasaan-Ku. Wahai hamba-Ku, andai seluruh manusia dan jin dari yang paling awal sampai yang paling akhir, seluruhnya menjadi orang yang paling bermaksiat, hal itu sedikitpun tidak mengurangi kekuasaan-Ku”

– HR. Muslim, no.2577

Kesalahpahaman Manusia yang Tidak Beriman

Mereka mengira, Allah itu butuh disembah, dilihat dari banyaknya ayat-ayat yang menyuruh manusia untuk menyembah Allah dalam Alquran. Tapi mereka salah dalam memahaminya. Apa yang Allah sampaikan dalam firmannya tak lain adalah untuk bersyukur atas apa yang sudah Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepada anak-anak Adam (manusia). Mulai dari apa yang mereka makan, apa yang mereka simpan, oksigen, cahaya matahari, istri-istri mereka, harta mereka, anak-anak mereka, hujan, angin, penglihatan, pendengaran, kedua tangan dan kaki mereka, dan masih banyak lagi nikmat lainnya yang Allah berikan pada mereka, namun kebanyakan dari mereka mengingkarinya. Dan ibadah (termasuk sholat untuk menyembah kepada-Nya) adalah bentuk syukur manusia kepada Allah. Allah dalam firmannya mengisahkan nabi Daud Allaihissalam:

أَنِ اعْمَلْ سَابِغَاتٍ وَقَدِّرْ فِي السَّرْدِ ۖ وَاعْمَلُوا صَالِحًا ۖ إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya: (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan beramal sholehlah kalian (sebagai bentuk syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala). Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.

– QS Saba: 11

Allah juga mengisahkan salah seorang dari keluarga Daud yang menjadi nabi, yaitu anaknya nabi Daud Allaihissalam, tak lain adalah Sulaiman bin Daud Allaihissalam. Dan dalam ayat ini dipertegas bahwa beramal (salah satunya dengan cara sholat) adalah bentuk syukur manusia kepada Allah subhanahu wa ta’ala:

يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَاءُ مِنْ مَحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَاسِيَاتٍ ۚ اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

Artinya: Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Beramal-lah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.

– Qs Saba: 13

Selain itu, Allah Subhanahu Wa Ta’ala punya hak atas manusia yang telah ia ciptakan (yang menjadi kewajibanmu). Ia lah zat yang menciptakan manusia, sementara kamu sebagai manusia tinggal hidup dan menikmati isi bumi ini. Sama seperti produsen sepeda motor yang memproduksi motor, atau seperti produsen ponsel yang memproduksi ponsel dan menjualnya. Kamu tidak bisa begitu saja datang ke showroom lalu main ambil motor itu. Tapi kamu harus memberikan / memenuhi hak produsen itu (yaitu uang) untuk bisa membawa pulang sepeda motor. Maka disini, karena Allah sudah menciptakanmu, maka kamu harus memberikan hak Allah, yaitu beriman kepadanya dan hanya menyembah kepadanya. Kamu bisa mengambil dan menikmati fasilitas di bumi ini, tapi jangan lupakan rasa syukurmu kepada tuhanmu.

Bedanya kitab Suci Alquran dan Kitab agama lain

Mereka salah paham, membandingkan kitab suci Alquran dengan kitab mereka. Kenapa dalam Alquran Allah berulang-ulang memperingatkan manusia untuk menyembah HANYA kepada-Nya (Allah yang maha esa) , sementara dalam kitab mereka (Injil, Bibel, Taurat, Wedha, dll) tak satupun (atau sangat sedikit) ada perintah untuk menyembah tuhan mereka, dewa-dewi mereka, berhala-berhala mereka. Itu tak lain karena tuhan, dewa-dewi, dan berhala-berhala sesembahan mereka bukanlah makhluk/benda yang patut untuk disembah. Sesembahan-sesembahan mereka itu tak lain hanyalah makhluk/benda yang menyembah tuhan yang lain, yaitu Allah Azza wa zalla. Namun manusia lah yang melenceng menjadikan makhluk/benda itu sebagai sesembahan. Padahal, tidak sedikitpun sesembahan itu memerintahkan manusia untuk menyembah mereka. Tapi hawa nafsu, kebodohan dan kejahilan mereka sendirilah yang menyesatkan diri mereka.

Sungguh Allah tak butuh sedikitpun dari segala perbendaharaanmu yang ada di dunia. Namun Allah maha pengasih lagi maha penyayang, Dia memperingatkan manusia berulang-ulang dan berulang-ulang agar kalian semua beriman dan bertakwa, menyembah hanya kepadanya. Kenapa? Karena jika ajal telah sampai ke tenggorokkan, maka penyesalan tidak ada artinya. Yang menanti hanyalah siksa atau ajab yang pedih. Sungguh Allah maha pengasih yang telah memperingatkan manusia. Namun dibalik itu siksa Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga sangat pedih.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Leave a Reply

Your email address will not be published.*
*
*